Close Menu
MusiEkspress.ComMusiEkspress.Com
    What's Hot

    Operasi Ketupat 2026 ; Strategi Nasional Kawal 3,6 Juta Kendaraan, Amankan Mudik Lebaran

    February 26, 2026

    RJ Berbasis Hati Nurani, dalam Perkara Pencurian Keluarga

    February 26, 2026

    Bus Sekolah ; Langkah Inovatif Tingkatkan Transportasi Pelajar Aman & Nyaman

    January 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube Tumblr LinkedIn WhatsApp TikTok Telegram
    MusiEkspress.ComMusiEkspress.Com
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube Tumblr LinkedIn WhatsApp TikTok Telegram
    Subscribe
    • Home
    • HeadLine
    • EcoBis
      1. Ekonomi Keuangan Industri
      2. Insight Saham Property
      3. UMKM Mikro Makro
      4. Maritim Perikanan Pertambangan
      5. View All

      Hari Pangan Sedunia 2025 : Sudahkah Belitung Timur Swasembada Pangan?

      October 20, 2025

      Sumut Hadapi Nataru dengan Strategi Kewaspadaan & Inovasi Pengendalian

      December 16, 2025

      Migration Dynamics, Refugees and Internally Displaced Persons in Africa

      January 11, 2021

      2025 European Football Calendar: Match & Draw Dates for All UEFA Competitions

      January 10, 2021

      Top Athletes to Represent Bulgaria at Military World Winter Games

      January 9, 2021

      200 Debitur Baru di Babel, Terima KUR dari Presiden Prabowo Subianto

      October 22, 2025

      Kuliner Pempek Palembang, Lezatnya Kudapan dari Jantung Sumatera Selatan

      June 25, 2025

      Trump’s Crackpot Crypto Scheme to Reduce Inflation Would Be a Financial Catastrophe

      January 30, 2025

      Crypto Daybook Americas: Somber Crypto Market Eyes Slow Progress on U.S. Bitcoin Reserve

      January 30, 2025

      Hujan Guyur Belitung Timur, DPD GR Siapkan Team TRC & Hotline Informasi

      September 12, 2025

      United Economy Vs Basic Economy: What You Need To Know

      March 11, 2022

      Bank of China Halts Payments With Sanctioned Russian Lenders – Kommersant

      March 11, 2022

      Wall Street’s Upbeat Earnings Expectations Set High Bar for US Companies

      February 11, 2021

      Sumut Hadapi Nataru dengan Strategi Kewaspadaan & Inovasi Pengendalian

      December 16, 2025

      200 Debitur Baru di Babel, Terima KUR dari Presiden Prabowo Subianto

      October 22, 2025

      Hari Pangan Sedunia 2025 : Sudahkah Belitung Timur Swasembada Pangan?

      October 20, 2025

      Hujan Guyur Belitung Timur, DPD GR Siapkan Team TRC & Hotline Informasi

      September 12, 2025
    • LifeHealth
      1. Family Ibu Anak
      2. Seni Budaya Wanita
      3. Khazanah Hadist Religius
      4. View All

      RJ Berbasis Hati Nurani, dalam Perkara Pencurian Keluarga

      February 26, 2026

      Keracunan Massal MBG, Pemkab Panggil Mitra Kerja

      September 14, 2025

      Renovasi Rumah Tak Layak Huni oleh Pemkot & Baznas

      September 9, 2025

      Suatu Hari Di Simatalu Pulau Siberut

      July 1, 2025

      Yuk! Mengenal Lebih Dekat Budaya dan Seni Sumatera Selatan

      October 16, 2025

      Ke Tiongkok, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Indonesia

      September 15, 2025

      Dituduh Curi Bawang, Viral Bocah di Dianiaya Tetangga

      July 22, 2025

      The Next Gen. of Tesla’s Humanoid Robot Makes Its Debut

      January 11, 2021

      Serukan Dialog & Kebersamaan Bangsa, HIMA PERSIS Apresiasi Langkah Polri

      September 14, 2025

      Amnesti & Abolisi, Rajo Ameh ; Simbol Penyatuan & Kehormatan Demokrasi

      August 1, 2025

      IKM Belitung Timur, Ber-Ayah Tapi Tidak Ber-Ibu

      July 11, 2025

      Kisah Sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalannya

      July 4, 2025

      RJ Berbasis Hati Nurani, dalam Perkara Pencurian Keluarga

      February 26, 2026

      Yuk! Mengenal Lebih Dekat Budaya dan Seni Sumatera Selatan

      October 16, 2025

      Ke Tiongkok, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Indonesia

      September 15, 2025

      Keracunan Massal MBG, Pemkab Panggil Mitra Kerja

      September 14, 2025
    • MySchool
      • SD SMP SMA Kampus
      • Siswa Mahasiswa
    • RaGamTrend
      • Local Nasional Global
      • Hukum Politik Hankam
      • Design Model Fashion
      • Beauty Celeb Trend
    • Sports
      • GLobalSPorts
      • ReGionalSPorts
      • LoCalSPorts
    • IPTechno
      • Modif Mobil Motor
      • Gadget PC IT Techno
      • IPTech Modul
      • Prestasi Penemu Pencipta
    MusiEkspress.ComMusiEkspress.Com
    Home » Rajo Ameh & Pitra Nasution ; Berdebat Tentang Sistem Pemilihan Kepala Daerah
    Editor's Picks

    Rajo Ameh & Pitra Nasution ; Berdebat Tentang Sistem Pemilihan Kepala Daerah

    MusiEkspressComBy MusiEkspressComDecember 30, 20251 Comment6 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Foto ; repro/ist
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    MusiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Perdebatan soal pengertian demokrasi dan mekanisme pemilihan kepala daerah di Indonesia kembali mencuat ke permukaan.

    Dalam beberapa pekan terakhir, Rajo Ameh, seorang pemerhati asal Negeri Laskar Pelangi Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang juga Direktur Eksekutif Pinang Merah Indonesia, dan Pitra Romadoni Nasution, Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli), saling mengemukakan pendapat berbeda mengenai sistem demokrasi dan prosedur pemilihan kepala daerah (pilkada) yang sebaiknya diterapkan di Indonesia.

    Rajo Ameh, yang dikenal dengan pandangan-pandangannya yang tegas dan berani dalam mengemukakan pendapat, menilai bahwa prinsip dasar dari demokrasi adalah kedaulatan rakyat, yang mencakup kebebasan berpendapat, kesetaraan hak, dan perlindungan hak asasi manusia (HAM).

    Ia menganggap bahwa pemilihan kepala daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota harus dilakukan langsung oleh rakyat, sesuai dengan nilai demokrasi yang menekankan pada keterlibatan rakyat secara langsung dalam menentukan pemimpin mereka.

    Sementara itu, Pitra Romadoni Nasution, seorang ahli hukum dan praktisi hukum Indonesia, memiliki pandangan yang berbeda. Ia berpendapat bahwa wacana pilkada melalui DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) bukanlah sebuah langkah mundur dalam demokrasi.

    Justru, menurutnya, mekanisme ini bisa memperkuat demokrasi konstitusional yang lebih efektif, lebih terkontrol, dan lebih berbiaya rendah.

    Perdebatan ini semakin menarik, mengingat dua tokoh tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda: Rajo Ameh sebagai pemerhati & aktivis sosial yang mendukung pemilihan langsung, sementara Pitra lebih banyak berfokus pada sistem hukum dan efektivitas kebijakan negara.

    Definisi Demokrasi Menurut Rajo Ameh

    Bagi Rajo Ameh, demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai sumber kekuasaan tertinggi.

    Demokrasi, menurutnya, harus memungkinkan rakyat untuk berpartisipasi langsung atau melalui wakil yang mereka pilih, untuk menentukan arah kebijakan negara.

    See also  Hasil Jobfit Bisa Menentukan Beberapa Hal Penting
    Powered by Inline Related Posts

    Dalam pandangannya, demokrasi tidak hanya sekedar pemilihan, tetapi juga penjagaan hak-hak asasi manusia (HAM), kesetaraan hak, dan kebebasan berbicara sebagai bagian dari pilar-pilar dasar demokrasi.

    Secara harfiah, demokrasi berasal dari kata “demos” (rakyat) dan “kratos” (kekuasaan) dalam bahasa Yunani, yang berarti “kekuasaan oleh rakyat” atau “pemerintahan oleh rakyat”.

    Dalam konteks ini, Rajo Ameh menganggap bahwa rakyat harus memiliki hak penuh dalam menentukan pemimpin mereka, baik itu kepala daerah maupun presiden, melalui mekanisme pemilihan langsung yang bebas dari campur tangan pihak manapun.

    Pandangan Rajo Ameh tentang Pilkada Langsung

    Menurut Rajo Ameh, pilkada langsung memiliki nilai demokrasi yang lebih tinggi, karena langsung melibatkan rakyat dalam memilih pemimpin mereka.

    Bagi Rajo Ameh, hal ini bukan sekadar soal hak pilih, tetapi juga soal kedaulatan rakyat yang tidak bisa diputuskan oleh perwakilan mereka (DPRD).

    Rajo Ameh dengan tegas mengatakan, “Pemilihan kepala daerah, termasuk presiden, harus dipilih langsung oleh rakyat, bukan oleh wakil rakyat,” ungkapnya dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

    Rajo Ameh menambahkan bahwa DPRD yang dipilih oleh rakyat memiliki tugas untuk mewakili suara rakyat, tetapi tidak seharusnya menggantikan suara rakyat dalam pemilihan kepala daerah.

    Dalam hal ini, perwakilan rakyat di DPRD memang penting, namun, menurutnya, pilihan rakyat terhadap pemimpin daerah harus dilakukan secara langsung untuk menjaga agar sistem demokrasi tetap murni dan sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat.

    Masih menurutnya, mekanisme pilkada langsung memberi kesempatan kepada setiap individu untuk memilih pemimpin yang mereka anggap terbaik tanpa adanya intermediari atau perantara.

    “Demokrasi yang sejati adalah ketika rakyat bisa menentukan nasibnya sendiri,” ujar Rajo Ameh, yang menekankan bahwa partisipasi rakyat dalam proses politik adalah kunci untuk memastikan demokrasi berjalan dengan baik.

    See also  Lagi Mandi, Seorang Wanita Diterkam Buaya Besar
    Powered by Inline Related Posts

    Pandangan Pitra Romadoni Nasution tentang Pilkada oleh DPRD

    Di sisi lain, Pitra Romadoni Nasution, yang juga dikenal sebagai Presiden Petisi Ahli dan praktisi hukum, memiliki pandangan yang berbeda mengenai pelaksanaan pilkada.

    Pitra berpendapat bahwa mekanisme pilkada oleh DPRD merupakan bentuk dari demokrasi konstitusional yang efektif dan efisien.

    Ia menyatakan, “Pilkada lewat DPRD tidak bertentangan dengan UUD 1945, khususnya Pasal 18 Ayat (4) yang menyatakan bahwa kepala daerah ‘dipilih secara demokratis’.”

    Menurut Pitra, frasa “dipilih secara demokratis” dalam UUD 1945 tidak mengharuskan pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat, melainkan memungkinkan mekanisme perwakilan melalui lembaga legislatif daerah (DPRD).

    Dengan demikian, sistem pemilihan kepala daerah melalui DPRD juga dapat dianggap sebagai bentuk demokrasi yang sah dan tidak mengurangi kedaulatan rakyat.

    Pitra menambahkan bahwa pilkada langsung yang selama ini diterapkan di Indonesia telah menimbulkan sejumlah masalah, seperti biaya politik tinggi, politik uang, serta konflik horizontal di tengah masyarakat.

    Ia menyebutkan bahwa mekanisme pilkada langsung menyebabkan adanya polarisasi masyarakat yang sering kali berbasis pada kelompok dan identitas tertentu, bukan berdasarkan kapasitas pemimpin itu sendiri.

    “Pilkada oleh DPRD dapat menghemat anggaran negara dan daerah yang selama ini terserap dalam penyelenggaraan pilkada langsung.

    Selain itu, kepala daerah yang dipilih oleh DPRD akan memiliki hubungan yang lebih harmonis dengan legislatif, sehingga kebijakan pembangunan dapat berjalan lebih efektif,” jelas Pitra.

    Penghematan Biaya dan Efektivitas Kebijakan

    Pitra juga menggarisbawahi bahwa mekanisme pilkada oleh DPRD berpotensi mengurangi biaya politik yang sangat besar, yang selama ini harus dikeluarkan dalam penyelenggaraan pilkada langsung.

    “Anggaran yang selama ini terbuang untuk biaya pilkada langsung bisa dialihkan untuk pembangunan dan program sosial yang lebih bermanfaat bagi rakyat,” tambahnya.

    See also  OpenAI Working on New Reasoning Tech Under Code Name ‘Strawberry’
    Powered by Inline Related Posts

    Selain itu, pemilihan kepala daerah oleh DPRD dapat menciptakan keterhubungan yang lebih baik antara legislatif dan eksekutif.

    Dengan pemilihan yang lebih terkendali, kepala daerah yang terpilih diharapkan dapat lebih fokus pada program pembangunan daerah tanpa terganggu oleh dinamika politik yang tinggi yang sering terjadi dalam pilkada langsung.

    Pitra juga menegaskan bahwa DPRD sebagai representasi rakyat memiliki mandat politik untuk memilih kepala daerah dan melakukan fungsi pengawasan terhadap pemerintahan daerah.

    Oleh karena itu, memilih kepala daerah melalui DPRD tidak hanya lebih efisien dari sisi biaya, tetapi juga menciptakan hubungan kerja yang lebih stabil antara kepala daerah dan legislatif.

    Perbedaan Pandangan yang Sah

    Perbedaan pandangan antara Rajo Ameh dan Pitra Romadoni Nasution ini menunjukkan adanya keragaman dalam memahami demokrasi di Indonesia.

    Bagi Rajo Ameh, demokrasi yang sesungguhnya adalah ketika rakyat bisa memilih pemimpin mereka langsung, tanpa perantara.

    Sementara itu, Pitra Romadoni Nasution lebih menekankan bahwa mekanisme perwakilan melalui DPRD tetap dapat diterima sebagai bagian dari demokrasi konstitusional yang efektif dan efisien.

    Namun, yang tak bisa dipungkiri adalah bahwa diskursus ini sangat penting untuk perkembangan demokrasi di Indonesia. Demokrasi memang harus dijaga, tetapi penerapannya harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi sosial politik yang ada.

    Entah itu melalui pilkada langsung atau melalui DPRD, yang terpenting adalah keinginan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan pemerintahan yang lebih efektif.

    Akhirnya, meski ada perbedaan pendapat antara Rajo Ameh dan Pitra Romadoni Nasution, keduanya sepakat bahwa tujuan utama dari sistem demokrasi adalah memberdayakan rakyat dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya. | MusiEkspress.Com | */Redaksi | *** |

    Post Views: 2,338
    Hukum Politik Hankam RaGamTrend
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    MusiEkspressCom
    • Website

    Related Posts

    Operasi Ketupat 2026 ; Strategi Nasional Kawal 3,6 Juta Kendaraan, Amankan Mudik Lebaran

    February 26, 2026

    RJ Berbasis Hati Nurani, dalam Perkara Pencurian Keluarga

    February 26, 2026

    Bus Sekolah ; Langkah Inovatif Tingkatkan Transportasi Pelajar Aman & Nyaman

    January 8, 2026
    View 1 Comment

    1 Comment

    1. MusiEkspressCom on December 30, 2025 3:24 am

      oke

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News

    Operasi Ketupat 2026 ; Strategi Nasional Kawal 3,6 Juta Kendaraan, Amankan Mudik Lebaran

    By MusiEkspressComFebruary 26, 2026

    MusiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) menegaskan kesiapan…

    RJ Berbasis Hati Nurani, dalam Perkara Pencurian Keluarga

    February 26, 2026

    Bus Sekolah ; Langkah Inovatif Tingkatkan Transportasi Pelajar Aman & Nyaman

    January 8, 2026
    Top Trending

    Operasi Ketupat 2026 ; Strategi Nasional Kawal 3,6 Juta Kendaraan, Amankan Mudik Lebaran

    By MusiEkspressComFebruary 26, 2026

    MusiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas…

    RJ Berbasis Hati Nurani, dalam Perkara Pencurian Keluarga

    By MusiEkspressComFebruary 26, 2026

    MusiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Komitmen menghadirkan penegakan hukum yang humanis dan berorientasi…

    Bus Sekolah ; Langkah Inovatif Tingkatkan Transportasi Pelajar Aman & Nyaman

    By MusiEkspressComJanuary 8, 2026

    MusiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo

    Your source for the serious news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a news site. Visit our main page for more demos.

    We're social. Connect with us:

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    © 2026 01052025-GMT0603 MusiEkspress.Com. Designed by JSCgroupmedia.
    • Home
    • IPTechno
    • EcoBis
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.