MusiEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Organisasi KMP (Keluarga Minang Perantauan) Kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang modern namun tetap berpegang teguh pada adat istiadat Minang dan nilai-nilai agama.
Dalam upaya menyatukan keluarga besar Minang yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia,
Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan tengah mempersiapkan langkah strategis dengan mencari sosok pemimpin yang akan memimpin organisasi menuju era baru yang lebih maju dan solid.
Sebagai organisasi yang berpegang pada prinsip “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” (adat bersumber pada syariat, syariat bersumber pada Al-Qur’an), Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan bertekad untuk tetap menjaga keluhuran budaya Minang, sambil tetap mengikuti perkembangan zaman.
Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan ingin menjadi wadah yang mampu menghimpun seluruh anggota keluarga Minang di mana pun berada, serta mewujudkan cita-cita bersama dalam memperkuat jalinan kekeluargaan, kesejahteraan sosial, dan kepedulian terhadap kemajuan umat.
Pencarian Sosok Pemimpin yang Sesuai dengan Nilai-Nilai Adat Minang
Dewan pendiri Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan tengah aktif menjaring masukan dan usulan terkait kriteria calon Ketua Umum Dewan Pembina organisasi yang diharapkan dapat membawa Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan ke arah yang lebih baik.
Proses ini menjadi penting karena pemimpin yang dipilih nantinya diharapkan memiliki kapasitas untuk mengayomi seluruh keluarga Minang perantauan dan tetap menjaga serta mengembangkan budaya dan nilai-nilai Minangkabau yang sudah ada sejak lama.
“Kami membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami adat dan budaya Minang, tetapi juga memiliki visi modern dan kemampuan manajerial yang kuat untuk membawa organisasi ini maju,” ujar salah satu Dewan Pendiri KMP, yang meminta agar proses pencarian ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh anggota keluarga Minang perantauan.
Sebagai organisasi yang menyatukan keluarga Minang dari berbagai latar belakang dan lokasi, Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan mengedepankan prinsip “tigo tungku sajarangan” (tiga tungku yang saling mendukung), yang melibatkan kesatuan antara pemimpin, adat, dan agama dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Minang.
Dengan mengedepankan prinsip ini, Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan bertujuan untuk menciptakan ruang di mana setiap anggota dapat berkontribusi dan merasa bagian dari satu keluarga besar yang saling mendukung.
Menyatukan Keluarga Minang Perantauan dari Tanah Laskar Pelangi
Rencana besar Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan adalah membawa organisasi ini menuju era keemasan yang tidak hanya relevan di Indonesia, tetapi juga di dunia.
Keberadaan keluarga Minang perantauan di luar negeri, terutama di negara-negara dengan komunitas Minang yang besar, menjadi fokus utama KMP untuk menciptakan jaringan yang saling terhubung, memperkuat solidaritas dan memperjuangkan kesejahteraan bersama.
“Kami percaya bahwa cita-cita keluarga Minang perantauan akan terwujud dari negeri Laskar Pelangi ini. Belitung Timur, yang menjadi saksi sejarah kebangkitan kami, harus menjadi pusat gerakan untuk kemajuan organisasi ini.
Kami ingin menunjukkan bahwa dari sini, dari tanah yang terkenal dengan ketangguhannya, keluarga Minang di seluruh dunia bisa bangkit bersama,” ujar Rajo Ameh, salah satu figur penting dalam KMP.
Rajo Ameh juga menyampaikan pesan kepada seluruh anggota keluarga Minang Perantauan untuk terus berbenah dan memberikan nuansa baru yang akan memajukan keluarga Minang perantauan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi organisasi ini adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kelestarian budaya Minang dan mengikuti perubahan zaman yang terus berkembang.
KMP Siapkan Team Reaksi Cepat (TRC) untuk Tanggap Bencana
Sebagai bentuk responsif terhadap berbagai tantangan sosial, Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan juga merencanakan pembentukan Team Reaksi Cepat (TRC), sebuah tim khusus yang akan siap sedia dalam menangani berbagai bencana alam dan kegiatan sosial lainnya.
TRC ini dirancang untuk bekerja sama dengan organisasi RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) atau ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia), yang memiliki keahlian dalam komunikasi darurat.
“Dengan adanya TRC, Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan dapat berperan lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari bencana alam hingga kegiatan sosial lainnya.
Kami berkomitmen untuk membantu sesama, terutama anggota keluarga Minang Perantauan yang membutuhkan pertolongan.
TRC ini akan menjadi bagian dari aksi nyata Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambah Rajo Ameh.
Kolaborasi antara Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan dan organisasi RAPI atau ORARI ini diharapkan akan meningkatkan efektivitas dalam melakukan pertolongan, penyebaran informasi, dan koordinasi saat terjadi bencana atau kebutuhan sosial mendesak lainnya.
Keberadaan TRC juga merupakan langkah konkret bagi Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan untuk menjadi organisasi yang tidak hanya menjaga kekeluargaan, tetapi juga aktif dalam menjaga kesejahteraan masyarakat luas.
Menyongsong Masa Depan Keluarga Minang Perantauan yang Lebih Baik
Dengan langkah-langkah tersebut, Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan bertekad untuk terus berkembang menjadi organisasi yang semakin relevan dan berkontribusi bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui proses pemilihan pemimpin yang transparan dan partisipatif, serta rencana-rencana strategis yang melibatkan seluruh elemen keluarga Minang, KMP berharap dapat mewujudkan sebuah era keemasan keluarga Minang perantauan.
Sebagai organisasi yang menghormati tradisi namun tetap terbuka terhadap perubahan, KMP ingin memastikan bahwa keluarga Minang di seluruh dunia dapat terus tumbuh dan berkembang tanpa meninggalkan akar budaya yang telah membesarkan mereka.
Dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kepedulian sosial, Organisasi KMP Keluarga Minang Perantauan siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik bagi seluruh anggotanya.
“Keluarga Minang perantauan harus tetap menjaga semangat kebersamaan. Kita harus bangga dengan budaya kita, namun tetap terbuka untuk kemajuan.
Dengan bersama-sama, kita akan mencapai masa depan yang lebih baik untuk keluarga Minang di seluruh dunia,” tutup Rajo Ameh, penuh keyakinan. | MusiEkspress.Com | */Redaksi | *** |


1 Comment
oke